Ibunya Anya profile icon
BạcBạc

Ibunya Anya, Indonesia

Kontributor

Giới thiệu Ibunya Anya

mama of 1 tampan anak laki-laki

Bài đăng(8)
Trả lời(4)
Bài viết(0)

BERHENTI BERHARAP KEPADA SUAMI.

Bun, mohon tanggapannya lagi. Maaf Bun, curhat drama suami istri lagi, gak tau mau ngobrol ke siapa, aku malu, rasanya aku terlalu konyol. Hari ini ulang tahunku, dan sampai sekarang dia tidak mengucapkan apapun padaku, boro2 dikasi hadiah. 😭😭😭 Emang, dari dulu, aku hampir jarang mendapatkan ucapan ultah, gak dari teman ataupun keluarga, bahkan jarang yang ingat hari ulang tahunku. Entah kenapa begitu bun, aku sering bikin surprise ultah orang lain, tapi orang lain gak pernah ngingat apalagi ngerayain ultahku 😅 Tapi entah kenapa, sejak punya suami dan anak, aku sangat2 ingin dirayakan, aku ingin merasakan makan malam spesial bareng suami dan anak. Kemarin, aku beli donat j.co, niatnya karena emang lagi pengen makan juga dan pengen jadi kue ultahku, aku pengen videoin anakku bawa kue sambil nyanyiin lagu ulang tahun. Aku ke mall sama anakku dan beli sekotak kecil donat J.co, aku gantungin itu plastik donat dibawah tempat duduk anakku di depan motor karena jok gak muat, tapi kadarullah, donat itu hilang, entah mungkin jatuh tanpa kusadari, sesampainya di rumah, aku panik nyariin, tapi suamiku bilang, itu bukan rejeki ku, jadi ikhlasin aja. Aku ngeluh aku bilang "Yahh... padahal itu buat kue ultahku, lagi pengen banget makan J.co. Yang, besok beliin lagi dong," maksudku minta tolong dia karena dia bisa mampir beli sepulang kerja, hitung2 buat kado ultahku, tapi dia malah ngebentak aku dan marah2, karena aku yang sudah jauh2 ke mall ujung2nya minta beliin dia jg. Aku sakit hati bun, maksudnya itu donat bukan cuma perkara urusan perut, tapi urusan hati. Udah beberapa hari ini hubunganku dengan suami renggang, entah masalah kerjaannya banyak, tapi dia makin cuek sama aku, makin jarang ngegubris omonganku, pulang ke rumah mukanya masam, gak mau tidur satu ranjang bareng aku. Sudah ku omongin perkara suami istri gak tidur bareng, kata ustadz gak boleh dan dia malah kayak pura2 gak dengar, gak menggubris. Ada kalanya kalau dia nyuekin aku ngmong, aku juga jadi lebih banyak diam dan cuek balik, alhasil, rumah kami jadi kayak kuburan. Sudah aku omongin jg lewat chat WA, kenapa lewat chat WA? krn aku dan suami sama2 lumayan keras, dan kesannya kalau ngmong ngegas, takutnya malah berantem, aku omongin panjang lebar, tentang donat ultahku juga. Bukannya minta maaf, membujuk, atau berubah, yang ada malah makin membatu. Jalan terakhir, aku izin nginap di rumah orang tuaku, maksudnya supaya dia lebih mawas diri dan merasakan tanpa aki di sisinya, aku juga pengen nenangin diri dan tanpa bertanya ini dan itu dia langsung izinin. Yaa.. emang gak mungkin juga dia gak ngizinin, tapi rasanya sesak di dada aja, dia dengan mudah melepas aku pergi menginap seolah2 gak butuh aku, padahal bapakku aja gaka tahan gak ada ibuku di rumah. Jadi, hari ini, tepat hari ulang tahunku, aku gak mendapatkan ucapan apapun dari dia, padahal aku berharap dia ngucapin walau hanya lewat chat, karena pas dia ulang tahun, aku bahkan bikinin dia kue ulang tahun, aku suruh anakku nyanyiin lagu ulang tahun. Yahh... sudah biasa, gak dari teman, keluarga bahkan suami. Tapi ya sudah lah, aku menyerah, aku berusaha ikhlas, gak mau berharap lagi. Aku hanya akan jadi istri dan ibu yang menjalankan tugas rumahku saja dengan ikhlas tanpa mengharapkan penghargaan. Emng benar, kata Imam Ali, berharap kepada manusia itu menyakitkan, bahkan kepada suami sendiri. Pantas saja aku sering melihat ibu, dan tante2ku banyak yang diperlakukan semena2 sama suami gak baper, mungkin karena mereka sudah berdamai dan ikhlas, aku pun mungkin harus belahar dari mereka, semoga bisa. Oh iya Bun, maaf ya soal postinganku punya fikiran gila untuk selingkuh. Maaf bun, itu benar2 cuma imajinasi liarku saja, selingkuh mungkin hal mustahil yg bisa ku lakukan, aku terlalu cupu untuk itu, bahkan pacaran aja, gak berani pegangan tangan bun, gimana mau selingkuh? 😅 aku cuma terinspirasi dari temanku aja, suaminya kerja di lokasi, dia tinggal sendirian, kesepian jadi dia main tinder dan sempat selingkuh, istri teman suamiku jg ada yg selingkuh dengan alasan yang sama sampai suaminya stress. Mungkin suamiku tau persis dan yakin aku gak mungkin begitu, jadi dia gak pernah takut kehilangan aku gimana pun perlakuan dia. Udah bun segitu aja curhatanku, aku senang kalau bunda2 pada care dan mau balasin, makasih banyak bun#mohonbantujawabbunda #Sharingdong_Bund #bantujawab #sharing #askmommies #needhelp #Needadvice 😭

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi

MERASA KESEPIAN DIABAIKAN SUAMI

Jauh di mata, dekat di hati. Dekat di mata, jauh di hati. Mungkin pepatah itu cocok untuk aku dan suamiku. Dulu, sebelum nikah, kami gak pacaran, kami cuma berteman, tapi sering ngobrol ngalor ngidul, sampai kami ngerasa cocok, kupikir dia pendengar yang baik, karena aku suka ngobrol, aku suka dia karena kayaknya dia orangnya enak diajak ngobrol.. Ternyata setelah menikah, parah banget cueknya 😭 Hampir 3 tahun menikah, kami LDR. Dia kerja di lokasi, 2 bulan sekali baru pulang, awal2 nikah, dia bisa 3 hari gak ada kabar, sampai aku bikin drama nangis2 merasa gak punya suami, tapi setelah diobrolin baik2, akhirnya dia berubah, tiap hari pasti VC an, walaupun jarang ngobrol, karena dia sering VC an pas lagi kerja, pulang kerja, malam, jam 8 udah tidur. Tapi setiap pulang walaupun 2 bulan sekali, rasanya selalu seperti pengantin baru, waktu kebersamaan kami benar2 berkualitas. Kami sering ngobrol, berhubungan badan, makan di luar, dan jalan2. Tapi semuanya berubah ketika anak kami lahir, dan kebetulan lokasi tempat dia kerja pindah, dan dia memutuskan untuk kerja di kota. Awalnya aku senang banget, akhirnya bisa punya rumah tangga yang normal, aku ngasuh anak gak sendiri. NYATANYA ZONK! Pulang kerja mukanya udah kecapekan, gampang marah, malas ngobrol, kalau aku ajak ngobrol sering gak digubris, sisa waktu malamnya dia pake untuk main game komputer, seringnya dia tidur duluan daripada anakku yang toddler. Parahnya lagi, sudah 2 tahun ini kami PISAH RANJANG, dia gak mau tidur sama aku, karena gak suka anak kami kadang tidurnya lasak dan suka rewel malam2 ganggu tidurnya. Alhasil, kami pun jarang berhubungan badan, karena dia selalu ngantuk nungguin anak kami tidur. Yaa... aku paham dia kecapek an, tempat kerjanya jauh, 20 km, perjalanan bisa 1,5 Jam. Dia juga type orang yg gak suka begadang. Aku mau curiga dia macam2 di luar, sementara dia pulang selalu tepat waktu walaupun kantornya jauh. Weekend dia gak pernah kemana2, bahkan jarang nongkrong. Tapi tetap aja, sebagai istri, aku merasa jadi Istri yang terabaikn dan gak dianggap. Aku kesepian, punya suami, ngerasa kayak patung. Bahkan diajak jalan2 week end pun suka malas2an pengennya istirahat. Udah diomongin terus, tapi balik lagi, begitu lagi, aku harus gimana bun? apakah aku suruh aja dia kerja di lokasi?! ada yg pernah ngerasain? #mohonbantujawabbunda #Sharingdong_Bund

Đọc thêm
Thành viên VIP
 profile icon
Viết phản hồi

SEKOLAH TINGGI2, CUMA JADI IBU RUMAH TANGGA, GAJI SUAMI PAS2AN

Bun, adakah disini yang generasi sandwich?? Gimana enggak? aku anak pertama dari 7 bersaudara. Dulu, orang tuaku susah payah nguliahin aku dengan harapan di masa depan, aku bakal bisa bantu perekonomian mereka, instilahnya aku investasi mereka. Sayangnya, orang tuaku gak berpendidikan, gak ada orang yang mengarahkan aku untuk memilih jurusan yang sesuai bakat, aku memilih jurusan yang sesuai minatku, ternyata setelah dijalani, benar2 gak sesuai sama aku, aku mengambil jurusan Hubungan Internasional, karena kupikir aku cukup suka bahasa Inggris, gak tau aja kalau itu adalah jurusan politik yang aku benci. Singkatnya, aku merasa kuliahku sia2, karena aku gak akan pernah mau kerja di bidang politik. Tak disangka, ternyata passionku mengajar. Sayangnya jika ingin menjadi PNS guru di sekolah, Ijazahku gak sesuai. Alhasil kerjaanku jadi pengajar les dari pintu ke pintu, setiap hari bisa lebih dari 12 jam aku keliling mengajar. Penghasilanku mengajar freelance alhamdulillag lumayan, tapi gak bisa kunikmati sepenuhnya karena aku berikan ke orang tuaku, tabungan juga gak punya. Disuruh orang tua ngambil S2 buat jadi dosen, bagaimana bisa jika ijazah S1 saja politik? Bertahun2 jadi tulang punggung, kupikir kalau sudah punya suami dan anak, aku gak perlu kerja lagi dan cukup dinafkahi, di rumah aja mengurus anak. Alhamdulillah sekarang semua itu terpenuhi. Tapi ternyata kenyataan gak seindah Impian, Jadi pure IRT di rumah aja, penghasilan suami cuma pas2an, aku ternyata gak bisa menikmati sepenuhnya.. Orang tuaku selalu menekanku untuk kembali bekerja, biar ijazahnya gak sia2, biar aku punya penghasilan sendiri biar bisa ngasi mereka juga. Tapi aku gak bisa ninggalin anakku masih kecilz suamiku melarang, motorku juga dipake orang tuaku. Jadi sekarang lagi sedih karena merasa menyia2kan sekolah tinggi, gak punya penghasilan, gaji pas2an, orang tuaku pasti kecewa sama aku.

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi

STRESS MEMIKIRKAN MASALAH KEUANGAN

Maaf Bun, bukan minta solusi, cuma pengen dikuatkan, pengen dikasi inspirasi pengalaman. Saat mengeluh, orang2 akan bilang aku tidak bersyukur. Punya suami yang gak macam2 dan penghasilan tetap, anak, rumah dan mertua yang baik, tidak punya hutang, cicilan dan beban yang berat. Banyak yang bilang gaji UMK suamiku sudah cukup. Ya... tentu saja aku tidak pernah menutup mata atas kelebihan yang diberikan Allah padaku, tapi semua itu gak bisa menghilangkan bebanku yang bahkan gak akan dimengerti oleh suamiku sendiri. Mungkin karena dulu saat sekolah hidup susah, saat kerja jadi tulang punggung, makanya niatku dari dulu pengen nikah, dinafkahin dan cuma ngrus keluarga, aku menghindari masalah ekonomi dan ingin hidup cukup, Gaji suamiku cuma UMK, dia berikan padaku setiap bulan 2,5 Juta, sisanya dia pakai untuk bayar air, listrik, gas untuk 2 rumah (rumah kami dan mertua) plus uang bensinnya. 2,5 Juta itu buat aku pakai kebutuhan anak, makanan dan bayar WIFI. Dengan uang segitu aku tidak bisa menabung, beli skincare, make up dan baju, aku gak bisa memberikan orang tuaku. 2,5 Juta benar2 kurang hanya untuk membeli makan, wifi dan kebutuhan anak. Aku tidak mau pelit2 soal makanan, karena waktu kecil aku tidak pernah makan enak, jadi jika sekarang aku gak makan enak, peningkatan apa yang aku gapai dalam hidupku? aku juga gak mau hitung2an untuk kebutuhan anak. Jadi 2,5 Juta sangat tidak lah cukup. Tidak cukup untuk kusisihkan buat mempercantik diriku, tidak ada untuk healing2, tidak bisa ditabung dan tidak bisa kuberikan pada orang tuaku. Tabungan tidak pernah bertambah, malau hampir habis agar tetap bisa beliin macam2 untuk orang tua. Yang bikin aku stress, kalau aku gak punya tabungan, aku benar2 gak bisa lagi ngasi ke orang tuaku, di masa depan aku juga pengen beli motor sendiri biar bisa leluasa beraktifitas Ingin minta tambah dari suami juga gak tega, dia juga punya orang tua yang wajib dia sanggah kehidupannya, dia juga cukup bekerja keras walaupun gajinya gak seberapa. Pengen kerja, biar punya penghasilan sendiri, tapi gak diizinin suami, anak masih kecil gak bisa ditinggal, motor sudah kuberikan ke orang tuaku jadi gak bisa leluasa ke mana2. Belum lagi mendengar orang tuaku mengomel, karena merasa sudah menyekolahkan aku tinggi2, tapi cuma jadi ibu rumah tangga, gaji suaminya pas2an. 😭

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi

JANGAN SALAHKAN IBU....

Dulu, sebelum punya anak, aku seorang guru, sering kali mendapati kelakuan anak dengan berbagai macam type dan karakter, sering kali mendapati kelakuan anak yang kurang baik. Dalam hati aku selalu berkata, "ini di rumah orang tuanya gimana sih?", "Ibunya ngajarin gak sih?", "Anaknya dibiarin aja begitu?" dll, Sering kali menyalahkan orang tua, terutama ibu, untuk segala prilaku anak. Setelah jadi seorang ibu, aku sadar bahwa, anakmu bukan milikmu seutuhnya, kamu hanyalah dititipi Sang Pencipta, mereka lahir sudah dilengkapi dengan karakter dan pembawaan masing2 dan tidak bisa diubah, contohnya saja, aku memiliki 7 saudara, tapi punya karakter yang sangat2 berbeda, padahal kami lahir dari rahim yang sama, tumbuh di rumah yang sama, dididik dengan cara yang tidak jauh beda, kami juga berada di lingkungan yang sama. Setelah jadi ibu, begitu banyak hal yang membuatku terkejut, anak yang ku lahirkan dari rahimku sendiri, kupantau setiap hari sejak lahir selama hampir 3 tahun, kuajari banyak hal, tapi tetap saja tidak bisa ku kendalikan semauku sendiri. Dari awal MPASI, ku kenalkan dia berbagai macam rasa dan tekstur, kuberikan dia MPASI yang sebisa mungkin memilik gizi lengkap, dengan rasa yang lumayan, jadwal makannya selalu ku rutinkan di jam2nya. Apakah aku bisa membuatnya buka mulut setiap saat? TIDAK! selama berbulan2 aku terus berjuang dengan masalah GTM dan mengejar Berat Badan, sampai bolak balik ke DSA, hingga aku yang depresi. Hingga akhirnya aku berusaha ikhlas menerima, bahwa anakku akan makan semau dan sesuka dia saja, aku tidak bisa memaksa dan berharap dia makan 3 kali sehari + snack, dan makan real food, harus yang sehat, pada praktiknya, aku hanya bisa mengikuti moodnya dan memberikan apa yang dia mau, tidak lagi berfikir apa yang harus dia makan. Aku yang tadinya anti Sufor, sekarang harus ikhlas, memberikan di susu UHT agar gizinya tetap terpenuhi, dan ikhlas melihat berat badannya hanya bertambah 1 ons setiap bulannya. Dari lahir tidak pernah kubiarkan dia tidur lebih dari jam 10 malam. Apakah tidurnya sudah disiplin dann terjadwal seperti seharusnya?? TIDAK! setelah kusapih, aku jadi kesulitan menidurkannya, dia tidur dan bangun sesuka dia, dulu aku bisa mengatur tidurnya, karena dia akan tidur jika diberi nenen, sekarang menepuk2 punggungnya, gak akan berefek signifikan, dia tetap akan tidur dan bangun semaunya. Pagi hari jika kubangunkan terlalu pagi, moodnya akan jadi jelek, dan akan jadi cengeng, sudah bangun kesiangan, dia akan tidur siang jadi kesorean, jika tidur siang kesorean, dia akan bangun di malam hari, dan begadang sampai larut lagi, begitu seterusnya. Apakah aku membiarkannya begitu saja?? tidak! aku selalu berusaha keras mengatur pola tidurnya, kuusahakan agar dia bisa tidur siang, di jam siang seharusnya, tapi tetap saja, malamya dia akan tetap begadang. Jikapun bisa dia tidur lebih awal di malam hari, jika itu di bawah jm 9, bisa dipastikan dia akan bangun lagi, di tengah malam dan begadang lagi. Begitu terus, hingga pernah kupaksakan dia tidur lebih awal berakhir dengan kekerasan, karena dia benar2 tidak mau menyerah untuk tidur. Yaa... itu baru perkara makan dan tidur, belum kuceritakan hal lain seperti memilih baju, mandi dan lain2. Intinya, jangan selalu menyalahkan orang tua, apalagi ibu, atas setiap tindakan dan kebiasaan anak yang tidak seharusnya, sering kali sebelum kita mengkritik prilaku anaknya, dia pasti lebih dulu menasehati dan berusaha memperbaikinya, tak perlu disalahkan, dia pasti orang yang lebih dulu menyalahkan dirinya sendiri, bahkan mungkin bisa lebih parah.

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi