Grup HPL: Januari 2023 icon

Grup HPL: Januari 2023

100511 Người theo dõi

Hỏi & Đáp

Curhat sedikit ya bund

Saya lahiran di akhir januari kemarin, anak saya cowok dan sudah 31 hari umurnya. Dari awal selesai lahiran sudah di anjurkan IMD dan tidak dianjurkan untuk sufor sama bidan dan dokter di rs. Kalau mau kasih baby sufor pas di rs saja org tua baby harus tanda tangan surat pernyataan. Dari hari pertama lahir sampai seminggu awal memang asi saya belum muncul sama sekali, tapi tetap saya IMD untuk merangsang. Tapi anak saya tetap nangis kencang sampai badannya bergetar. Bak dan bab nya masih ada terus selama itu. Tapi ibu dan ibu mertua saya yg pro sufor selalu keukeuh suruh saya untuk mix sufor saja karena bagi mereka anak saya menangis krn kekurangan asi. Posisi saya masih tinggal dengan orangtua, dan minggu pertama setelah lahiran ibu mertua saya hampir setiap hari kerumah berniat membantu saya dan suami mengurus baby, tapi saya merasa keberadaan ibu mertua dan ibu saya yg selalu memaksa saya untuk memberikan sufor pada anak saya jadi tekanan batin dan pikiran untuk saya. Sehingga saya tidak happy, memendam emosi, yg berujung asi saya makin seret (yg awalnya mulai muncul 1 2 tetes, puting juga mulai muncul, setelah dibantu asi booster mom uung) Sampai akhirnya di suatu hari anak saya rewel seharian tanpa henti, sampai ibu mertua dan ibu saya datang dan mereka tidak tega mendengar tangisan anak saya terus dan berulang kali menyuruh saya membelikan sufor. Saya yg sudah seperti bom waktu saat itu langsung meledak nangis dan teriak sekencang”nya, saya sudah menyerah dan tidak perduli lagi anak saya anak asi atau anak sufor. Mau tidak mau malam itu setelah suami saya juga berusaha berjuang dgn saya untuk tetap asi tapi suami saya juga punya ketakutan kalau anak kami kekurangan asupan jadinya dia membeli sufor Lactogen untuk bayi 0-6bulan. Jujur sampai sekarang saya masih memiliki perasaan tidak menyenangkan pada suami, ibu dan ibu mertua saya. Bagi saya mereka yg bersalah karena memberikan sufor untuk anak saya. Semakin saya sering mencari informasi mengenai perawatan anak bayi, semakin saya merasa apa yg saya berikan ke anak saya itu belum sepenuhnya benar, banyak salahnya banyak kurangnya, belum yg bagus sekali yg diberikan. Apalagi soal susu yg diberikan. Hal tersebut membuat saya makin jarang memberikan selingan asi untuk anak saya, karena saya sudah menyerah di titik mereka memberikan sufor untuk anak saya. Sekarang asi saya hanya menetes di baju saja, tidak tahu deras/masih seret. Saat ini saya sudah menyerah memberikan asi, hampir seminggu atau lebih saya hanya fokus memberikan sufor saja. Jujur di hati kecil saya ada keinginan untuk belajar mengASIhi dengan benar untuk kebaikan anak saya. Tetapi saya bingung mulai darimana, dari opsi pijat laktasi dgn bidan sekaligus konseling menyusui, atau melakukan konseling dengan konselor menyusui. atau beli breast pump dengan harga yg lumayan mahal agar anak tetap asi tapi dengan botol? Kenapa pertimbangan saya 3 hal tersebut, karena menurut saya hal yg membuat saya gagal dalam asi yaitu saya masih belum bisa pelekatan yg benar. Dan juga saya pikir anak saya sudah bertemu dengan yg namanya dot, akan susah lagi kalau melepas dot dan memaksa dia untuk memulai dengan puting lagi. Jadi itu kenapa saya pikir tidak apa apa teruskan untuk dot yg penting asi. Sebelumnya saya juga pernah membeli breast pump real bubbe manual tapi tidak berhasil entah karena apa, apa saya yg tidak bisa menggunakannya atau ada yg salah dengan barangnya (karena asi sempat keluar tapi tidak jatuh kedalam botol dot). Saya pikir mungkin kalau memakai yg harga diatas itu bisa lebih mampu merangsang dan memompa asi saya dengan baik. Mohon bantuan bunda bunda langkah apa yg harus saya lakukan pertama jika ingin mulai mengASIhi anak saya lagi setelah sufor

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi
Xem thêm bài viết