
Menyambung cerita tentang "istri untuk suamiku"
Jadi masalah poligami kemarin tidak ada titik terang Krn beliau memang ngekeh utk poligami. Dan tgl 24 kemaren dia liburan ke Bali. Awalnya dia bilang hanya beberapa hari saja di Bali lalu akan lanjut ke Surabaya ditanggal 27. Karena beliau mau melakukan pemeriksaan gigi di Surabaya dan Sudah appointment saya dentist rekomendasi dari perusahaannya. Di hari tgl 24 komunikasi kami masih bagus. Trus saat midnight tiba2 beliau blas chat saya blg kalau beliau sebelumnya sedang keluar utk dinner dan spa di dekat hotel dia stay. Esok paginya tgl 25 kami masih vc dan agak aneh karena dia tidur dgn kondisi ½ naked cuma pakai underwear saja. Sdgkn yg saya tau beliau sangat bahkan tidak pernah tidur dgn spt itu. Saya tanya kenapa tidur spt itu beliau blg Krn asma nya kambuh jd susah nafas. Krn males ribut pagi2 saya iyakan saja. Mulai setengah hari di hari itu komunikasi kami mulai hilang. Pagi itu kami komunikasi hanya membicarakan tentang barang yg mau dia kirim kesini(utk anak kami). Dia memang bilang kalau dia mau keluar dan saa diluar dia nggak bisa jwb TLP Krn dia pergi bersama tmn2nya. Btw tmnnya ada 3 cowo dan 1 cewe. Dia blg kalau cewe itu kyk aktif bgt sama dia. Dan yg aku tau dl beliau itu paling nggak bisa duduk sebelahan sama wanita dan mix sama wanita. Tp pas itu aku lihat dr foto yg beliau kirim kalau beliau duduk bersebelahan dgn wanita itu dan 3 tmnnya yg lain(laki2) duduk di dpn beliau. Tp yasudah aku tidak mikir lain. Tp keanehan mulai sangat terasa.. di tanggal 25 mulai setengah hari kita hilang komunikasi. Saya chat beliau balas sangat lama. Saya TLP juga nggak jwb. Tiba2 jam 8an belia bls blg kalau beliau cuma di kamar hotel aja nonton yutub dan segera tidur karena besok mau keluar pagi2 sekali. Agak aneh rasanya cuma nonton tp nggak bls chat dan nggak jwb tlp. Dan ya benar saja di hari berikutnya sama sekali tidak ada kabar chat dan TLP saya tidak dijwb. Dan di hari berikutnya pun sama beliau online tp cuma baca chat saya tp tidak bls apapun. Sekalinya chat cuma blg mau tidur. Tp tengah MLM wa online tp nggak bls chat saya lagi. Saya TLP juga nggak jwb. Esok paginya juga jam 4 sudah online tp tidak chat saya sama sekali dan tidak berusaha TLP saya. Aneh rasanya beliau bisa online wa tp chat saya tidak bisa. TLP saya juga tidak. Pdhl yg saya tau selama ini beliau kalau ada TLP dr saya pasti beliau lgsg TLP balik. Apalagi kalau ada voice note dari anaknya pasti langsung TLP balik. Ini tidak ada respon. Jujur di hati sudah berpikir sangat jauh. Krn dl pernah (saat beliau dtg kesini) dan saya ada anak saya pergi ke rmh saudara saya dan beliau massage di kamar hotel dan terapisnya berani melakukan hal2 diluar dugaan. Dgn santainya beliau menceritakan semua tanpa rasa bersalah. Dan yg saya takutkan beliau melakukan hal itu lagi tanpa sepengetahuan saya dan skrg beliau berusaha menghindari saya. Tp ntah lah makin kesini makin berasa jd istri nggak berharga. #sharing #RumahTangga
Đọc thêm




Ya benar judulnya nggak salah. Kami menikah baru 4thn dan kondisi kami LDR dan sudah setahun lebih ini kami tidak bertemu. Dgn alasan dia akan sangat sedih jika harus kembali bekerja tanpa membawa aku dan anak ku dan semakin sedih karena uang tabungan juga habis. Pasti banyak yg bertanya knp nggak ikut suami aja sih. Bukan nggak mau ikut. Hanya saja saat ini memang sedang menunggu izin dr tempat suami bekerja. Krn utk bawa keluarga itu nggak mudah. Butuh modal uang juga. Jd selama ini kita menabung utk kalau2 izin itu keluar maka suami bisa menjemput ku dan anak ku. Dan persiapan utk kami hidup disana. Krn kalau kami kesana banyak kebutuhan yg harus dibeli. Topik tentang poligami bukanlah hal baru dlm rumah tangga kami. Walau sebenarnya saat berkenalan aku sudah mengatakan dgn sangat jelas bahwa aku tidak menerima poligami. Kecuali jika aku tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban ku sbg istri. Belakangan suami makin gencar membahas ttg ini. Bahkan berani bicara dgn wanita dan bertanya apakah mereka mau menjadi istrinya. Dia juga mengatakan bahwa ada 1 wanita yg dia suka dan menurutnya cocok dgnnya. Tp wanita itu tidak tau status suamiku kalau sudah punya istri dan anak. Oh ya aku tau semua itu dr cerita suami langsung. Dia membagikan kisah perkenalannya dgn wanita2 itu pdku. Jgn ditanya gmn perasaan ku saat mendengar cerita2 itu semua Krn aku hanya cuma bisa diam dan mendengarkan sambil menahan luka ku. Aku memilih diam Krn ketika ku katakan tentang perasaan ku. Suami ku mengatakan aku lebay. Dia blg dia tau kalau aku sakit hati dan cemburu tp hatinya lbh plong kalau dia ceritakan semua sama ku Krn dia menghargai ku sbg istrinya dan dia hanya berusaha jujur sama ku. Jujur aku selalu berusaha menguatkan diri dgn mengatakan gakpapa Krn akan lbh sakit kalau dia diam2 melakukannya jd lbh baik dgrkan saja ceritanya. Sbg manusia biasa aku juga punya limit kesabaran. Dia menuntutku utk mengerti tentang kondisinya ttg kesepiannya tanpa istri dan kebutuhan biologisnya. Dan dia blg dia hanya ingin terhindar dr haram. Dan menekanku dgn blg kamu ada solusi apa utk masalah ku. Sebenarnya kami bukan sama sekali nggak punya solusi. Tp ntah lah solusi ini ttp bukan JD pilihan baginya. Dia ada masa cuti 2minggu. Aku blg kenapa nggak gunakan cuti itu utk bertemu kami disini. Kita habiskan waktu bersama. Tp jwbn yg sangat mengejutkan pun ku dpt. Dia blg, kalau aku ketempat mu itu akan menghabiskan semua uang tabungan dan kalau aku menikah lagi aku hanya gunakan 30juta saja aku sudah mendapatkan wanitanya yg mau. Kita masih punya tabungan dan aku bisa menyelesaikan masalahku. Lbh mudah utk ku jika aku menikah lagi. Dan per 3bulan (setiap masa cuti) aku bisa berkunjung ke tempat dia. Kalau ke tempat mu itu jauh dan menghabiskan uang tabungan. Dan kamu tau kan uang tabungan itu di dapat darimana. Kalau uang itu habis maka akan sudah utk mengumpulkannya lagi. Bak di sambar petir semua jawaban itu seolah-olah menyadarkan ku bahwa aku bukanlah prioritas utknya. Aku katakan padanya kalau spt itu gmn kalau posisi dibalik, aku yg kesepian dan aku butuh sosok pria disisiku apakah aku boleh mencari pria lain. Dan dia blg nggak spt itu itu hal yg berbeda. Aku sudah cari2 info ttg itu kalau utk wanita lbh dr 6bulan kalau dia nggak ridho bisa mengajukan cerai tp kamu utk apa mengajukan cerai. Apa manfaatnya utk mu kalau kamu cerai. Aku yg selalu memenuhi kebutuhan mu. Jawabannya seolah memberi peringatan untuk ku bahwa dialah sumber keuangan ku kalau aku berpisah tidak ada LG sumber keuangan ku. Jd memang sejak menikah dia yg menafkahi ku dan ibuku. Krn memang hanya ada aku dan kondisi ibuku itu stroke. Dan sejak awal kenal suami minta aku fokus di rmh urus rmh dan ibu saja. Semua kebutuhan dia yg tanggung. Sebelumnya aku bekerja di perusahaan gaji ku dl adlh uang bulanan ku skrg. Dan setelah obrolan kami tadi ku blg kalau aku mau cari KUA utk konsultasi dan aku juga mau ke psikolog. Dan dia menekankan ku sekali lagi utk berhati-hati dlm bicara dan berhati-hati dlm mengambil keputusan. Krn kalau aku melakukan kesalahan maka aku yg harus bertanggungjawab utk anak ku. Jika nanti dia bertanya kenapa ayah dan ibunya tidak bersama. Dan lagi2 beban mentalku bertambah. Skrg tiap kali aku video call sama dia aku nggak bisa nahan air mata dan aku memilih utk mengalihkan hp ke anak kami dan memilih utk tidak banyak bicara dgnnya. Jujur aku sangat lelah mental saat ini. Cuma butuh dipeluk aja.#sharing #Keluarga #suami #poligami #justsharing
Đọc thêm
