Grup HPL: Januari 2023 icon

Grup HPL: Januari 2023

100103 Người theo dõi

Hỏi & Đáp

Tasmiyah anak jadi drama krn ego ibu mertua

Mau numpang cerita dong bun, mungkin gak seberapa besar masalahnya dibandingkan sama perjuangan bunda” diluar sana adaptasi sama mertua. Tapi aku yg awalnya optimis pengen bisa anggap ibu mertua kayak ibu kandung (krn suami yatim) jadinya hilang respect sedikit demi sedikit. Minggu lalu ibu mertua tiba” datang untuk mengajak saya dan suami pergi melihat kambing untuk acara anak saya, saya kira hanya lihat” saja karena dia juga masih mencari yg sesuai dgn budgetnya dan awalnya dia bilang baru ada sekitar akhir/awal juni, jadi saya kirapun acara akan dilakukan sekitaran juni. Ternyata sampai disana ibu mertua awalnya diskusi sambil melihat” kambing, lalu tiba” memberikan dp setengah, dgn harga kambing yg overbudget dari yg dia bilang di awal. Setelah itu saya ajak ibu mertua saya untuk diskusi langsung saja dgn ibu saya dirumah dgn niat agar lebih enak bicaranya. Setelah sampai dirumah ibu saya dan ibu mertua diskusi berdua, kemudian saya tanya kapan tanggal pasti acaranya, tiba” ibu mertua bilang minggu ini juga. Saya dan ibu saya otomatis kaget kenapa mendadak, dan saya tau kalau ibu saya juga orang yg gak bisa serba dadakan krn acara dilaksanakan dirumah ibu saya, jadi saya otomatis tanya ke ibu saya apa bisa minggu ini juga? Ibu saya jawab insyaallah dgn muka ragu. Singkat cerita bbrp jam kemudian ibu saya mengajak berdiskusi kembali dgn menanyakan sekiranya apakah bisa kalau acaranya dilakukan minggu depan saja soalnya dia baru terpikirkan belum bersih” tempat untuk acaranya, krn tempat acara yg digunakan biasa dibuat untuk warungan ibu saya. Tapi ibu mertua keras dgn ego nya kalau mau minggu ini. Saya, suami dan ibu saya sudah berusaha menjelaskan dari segi persepsi kami kalau banyak hal yg harus dipersiapkan dan dipikirkan. Seperti contohnya, belum bersih” acara, belum menyiapkan bumbu” masakan, dan suami takut kalau dia tidak bisa fokus kerja krn harus membantu ibu bapak saya mempersiapkan yg perlu dipersiapkan. Masalahnya bun, dari sisi pandang saya, ibu dan bapak saya lebih tua dibandingkan ibu mertua. Saya takut kalau waktu terlalu sempit mereka akan kecapean dan sakit krn terlalu dipaksa. Apalagi ibu bapak juga masih kerja warung makan sesambilnya, dari beli bahan masak jualn pun mereka yg handle. Begitu juga dgn suami saya, posisi suami saya kerja sebagai ojol kalau harus ikut bantu ibu bapak saya menyiapkan untuk acara takutnya tidak fokus mencari orderan dan uang untuk membayar tagihan” yg ada akan kurang. Yg paling menyakitkan hati adalah jawaban dari ibu mertua saya, dari yg masalah bersih” dia paksa kami pakai caranya dia seperti “kenapa gak di pinggirin aja barang barangnya” sedangkan ibu bapak saya tipikal yg sukanya bersih tanpa ada barang, kemudian dia jawab dengan ego tingginya “saya acara nikahan anak pertama saya semua yg bersih” dan dekor, lebaran juga saya sendiri bisa aja” sedangkan kenyataannya suami saya juga ada bantu dia waktu itu. yg masalah siap” untuk masakan acara, dijawab “mau masak apa sih gak usah banyak”, bisa aja kok dadakan” sedangkan cara ibu bapak saya tidak pernah suka dadakan, kalau bisa apa apa di cicil biar tidak kelimpungan. Kemudian yg masalah suami saya kerja, dijawab “kan bisa pagi gini kerja”, sedangkan orderan ojek online itu tidak tentu, kadang harus tunggu jam anak sekolah berangkat/pulang baru rame, atau jam makan siang, ataupun jam pulang kantor. Sampai diujungnya ibu mertua tetap tidak mau menurukan ego dan lebih kejam lagi bicara didepan saya dan ibu saya “yasudah kalau minggu depan batalin aja kambing nya”. Padahal kalau ditanya memang kenapa kalau gak minggu ini kambingnya, jawab ibu mertua dari gak enak sama pemilik kambingnya, sampai takut kambing yg tadi ditunjukkan pemiliknya dikasih ke oranglain soalnya gemuk. Padahal ibu mertua sudah langganan sama pemilik kambing itu, dan keliatannya orangnya juga baik, cara yg dipakai pun sesuai syariat islam yg ada. Omongan ibu mertua soal batal kambing itu sampai buat ibu saya meratapi nasib merasa dia seperti org yg tidak mampu membelikan anak saya kambing sampai direndahkan oleh ibu mertua saya. Saya sebagai anak menjadi sakit hati melihat ibu saya diperlakukan seperti itu. Berhari” saya dan ibu saya menangis mengingat perlakuan ibu mertua saya itu. Saya hanya ingin pengertian dan dihargai sedikit saja kalau setiap org punya cara, proses dan waktu masing”. Saya ketika acara dirumahnya tidak pernah memaksaan sesuai kehendak saya ataupun komentar, kenapa ibu mertua tidak bisa menghargai cara keluarga saya juga. Sampai sekarang sebenarnya rasa sakit hati dan benci saya terhadap ibu mertua masih ada krn saya merasa tidak akan pernah ikhlas dgn perilaku dia yg saya tidak suka daridulu, hanya saja saya redam krn beberapa hari ini perasaan negatif saya itu secara tidak sadar saya lampiaskan ke suami saya juga, membuat saya dan suami sering bertengkar. Menurut bunda sebaiknya apa ya yg saya lakukan?

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi
Xem thêm bài viết