Grup HPL: Januari 2023 icon

Grup HPL: Januari 2023

100029 Người theo dõi

Hỏi & Đáp

Gak tau mau kasih judul apa buat ceritaku ini

Pernah gak si bunda kepikiran 'besok aku bakal jadi mertua yg seperti apa ya' 'apa aku bisa nerima menantuku' 'apa aku bisa ngedidik anakku' 'nasib anakku jangan kya aku deh kalo bisa' 'pengen deh jadi orangtua yang deket sama anaknya' 'pengen deh bisa akur sama menantuku besok' pernah gak bun terlintas kaya gini? Gak tau kenapa tiba2 aku kepikiran. Aku anak perempuan dari orang tuaku. Yang mana sebelum aku menikah, aku menjadi anak kesayangan mereka. Orang tuaku bukan orang yg langsung berada. Mereka merintis semuanya dari nol tanpa ada bantuan dari siapapun. Karna orangtuaku sama2 jauh dari ortu mereka. Dikeluargaku sendiri, kasih sayang itu nomor satu. Tentu aku juga diajarkan disiplin dan tanggungjawab. Sesibuk apapun mereka, mereka selalu meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya. Suamiku. Dia anak lelaki terakhir dikeluarganya. Aku gak tau seperti apa masa kecilnya. Karna setiap aku tanya dia selalu jawab 'gak tau lupa'. Aku pernah tinggal satu atap dengan orangtua suamiku. Disana yang aku lihat sangat jauhh berbeda dengan keluargaku. Seperti tidak ada kasih sayang. Mertua saling acuh. Disana kulihat mertua dengan cucuny yg paling kecil. Gak pernah kulihat cucunya dipeluk atau dicium. Sempet kepikiran "apa mereka ke anak2 mereka juga seperti ini" minim kasih sayang? Kebersamaan dikeluarga suami pun aku gak merasakan adanya itu. Bener2 masing2. Asli aku kaget bun. Bunda tau budaya patriarki? Nah ini seperti yg diterapkan dikeluarga suamiku. Karna menurut mereka, laki2 itu kerja hanya untuk mencari nafkah. Selain itu, semua tugas istri. Karna pernah mertuaku bilang 'perempuan itu kalo makan nanti setelah laki2 selesai makan. Perempuan itu harus mau nerima sisaan' kaget dong bun. Sedangkan dikeluargaku sendiri, selalu ada kebersamaan antara orang tua dan anak. Makin kesini jadi makin paham, karna suami dari keluarga yg seperti itu dan aku dari keluarga yg seperti ini. Latar belakang kami saja berbeda dalam hal keluarga. Apa aku bisa menjalankan peran dikeluargaku sendiri dengan mengambil yg baik dan meninggalkan yang jelek? Aku takut bun. Suamiku punya sikap dasar yang cuek. Dia gak pinter mengutarakan perasannya atau menunjukkan kalo dia sayang. Tapi sebenarnya dia peduli. Aku punya anak perempuan. Jujur aku makin takut. Aku pernah dapat perlakuan kurang enak dari mertua. Tapi mungkin bagi suami itu biasa. Karna suami mungkin belum merasakan anaknya menjadi menantu dikeluarga lain. Aku pngen menghilangkan budaya patriarki ini. Aku pengen stop. Jangan sampai ke anak2ku. Apa aku bisa menggandeng suamiku untuk lepas dari latar belakang yang kurang baik bagi anak kami? Apa aku bisa bun? Aku takut

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi
Xem thêm bài viết