




Tinggal dengan mertua membuat batin lelah
Sekarang aku sedang hamil anak kedua, anak pertama ku sudah ada di surga. Aku masih tinggal dengan mertua karena suamiku anak terakhir,aku sering sedih atas perlakuan mertua yg semakin kesini semakin bikin makan hati. Aku sudah biasa dengan hal kluarga tidak harmonis karena aku korban perceraian orangtua dari kecil, ikut kakek nenek dan merawatnya sampai mereka meninggal dunia. Setelah menikah aku juga merawat mertua yg perempuan sudah pikun tapi yg laki2 masih sehat cuman yg bikin aku nggak nyaman ttg perlakuan mertuaku yg laki2 dia kasar, suka ngomong dengan nada yg tinggi dan kadang berbicara kurang etis. Aku dan suami kadang bertengkar karna masalah perlakuan mertuaku, dan yg paling aku kecewa anak2 mertuaku kaka ipar2ku semua seperti menganggap aku sebagai babu sebagai pengasuh orang jompo. Padahal aku sudah lelah sekali dengan kehidupan ku sebelum menikah punya bapa kandung yg kasar persis seperti mertuaku membuatku trauma teringat perlakuan bapaku dulu. Bahkan kemarin mertuaku yg laki2 sempat membuat masalah dengan suamiku dia bilang bahwa dia cape nyuci piring padahal itu piring bekas dia makan sendiri,dia mengeluh cape mengurus istrinya yg lingung sendiri padahal itu istrinya dia sendiri bukan orang lain.memang rumah tangga mertuaku bukan yg harmonis mereka bisa di bilang terpaksa menikah entah masalalu mereka seperti apa. Aku slalu berdoa supaya aku bisa punya rumah sendiri setidaknya aku bisa istirahat dengan tenang tp suamiku masih keberatan dengan fikiranKu, kemarin2 mungkin masih bisa sabar, tapi setelah kaka iparku bicara menasehatiku untuk mencuci kaki mertuaku sedangkan orangtuaku saja belum pernah ku perlakukan seperti itu mereka menekankanku dengan sesuatu yg tidak masuk akal aku semakin yakin dan bulat untuk pergi dari sini, terkadang juga aku ada berfikiran untuk pisah dengan suami karna suamiku tidak pernah membela istrinya di depan kluarganya#sharing
Đọc thêm
