Grup HPL: Desember 2024 icon

Grup HPL: Desember 2024

98294 Người theo dõi

Hỏi & Đáp

💔 Cerita Seorang Ibu 💔

Beberapa hari lalu, bayiku yang baru berusia 9 bulan demam tinggi sampai kejang. Panik, takut, semuanya campur jadi satu. Aku, suamiku, dan mamaku langsung membawanya ke rumah sakit. Tiga hari kami di sana, berjaga tanpa tidur, berdoa tanpa henti supaya si kecil sembuh. Tapi di tengah rasa cemas itu, ada luka lain yang tak kalah menyakitkan. Anak pertamaku yang baru 5 tahun dipaksa dititipkan ke iparku (cewe). Aku sebenarnya tidak rela. Aku ingin anakku tetap di rumah dengan mamaku. Tapi suamiku bersikeras karena bapaknya memaksa. Katanya biar anakku tidak kesepian. Padahal hatiku tahu… bukan itu alasannya. Aku yang sedang lemah akhirnya mengiyakan, walau hati ini hancur. Dan setelah aku pulang dari RS, berharap bisa segera memeluk anakku lagi, ternyata anakku malah ditarik-tarik lagi ke rumah ipar cewe. Padahal aku baru saja melewati tiga malam tanpa tidur di RS, penuh cemas, lelah, dan rindu yang menyesakkan. Yang cuma nitip sebentar merasa paling berjasa. Yang cuma datang sesekali merasa paling berhak. Seolah aku, ibu kandungnya, tidak tahu bagaimana mencintai dan menjaga anakku sendiri. Dan yang lebih menyakitkan lagi, si A— ipar laki-lakiku — bukannya ikut prihatin, malah mempermasalahkan. Katanya anakku terlalu kolokan, terlalu dekat denganku, dan aku harus dijauhkan dari anakku supaya dia “tidak manja.” Padahal anak umur 5 tahun wajar butuh pelukan ibunya, apalagi baru ditinggal ibunya di RS dan melihat adiknya sakit. Ditambah lagi dia mempermasalahkan katanya kenapa ga nginep lagi di si B (ipar cewe/adik kandung si A). Dan maksa2 buat ankku nginep di sana padahal aku udah pulang dari RS Aku cuma ingin hidup tenang bersama anak-anakku. Tanpa orang yang memaksa, mengatur, dan merasa lebih tahu dari ibu yang tiap hari berjuang dengan cinta dan air mata. Dan hari ini, mamaku cuma bilang satu hal sederhana tapi penuh makna: “Kalau suamimu mau bertahan, biar dia yang berubah. Tapi kalau dia tetap maksa kamu tinggal di rumah bapaknya, jangan mau. Pulang aja, Nak. Nggak ada ketenangan di tempat yang tiap hari bikin kamu nangis.” Aku diam lama waktu dengar itu. Mungkin benar, kadang kita harus memilih waras daripada bertahan di tempat yang terus melukai.

Đọc thêm
 profile icon
Viết phản hồi
Xem thêm bài viết