Hai ibu! Iya, beberapa teman saya ada yang menjalani ikat mulut rahim dan pengalaman mereka bermacam-macam, tergantung kondisi serviks masing-masing. Ada yang awalnya deg-deg-an takut dijait, tapi setelah dijelasin dokter manfaatnya untuk mencegah persalinan prematur atau keguguran berulang, mereka jadi tenang dengan afirmasi positif selama kehamilan. Yang penting sih sebelum dijait, dokter harus cek dulu panjang mulut rahimnya, beberapa teman bilang kalo panjangnya masih di atas 2,5 cm, prosesnya lebih lancar dan risikonya lebih rendah.
Tapi ya, setiap ibu berbeda kondisinya, apalagi kalo ada riwayat keguguran atau persalinan prematur sebelumnya. Kakak saya pernah dijait di kehamilan kedua setelah keguguran, dan dia berhasil melahirkan cukup bulan, tapi dia juga sering follow-up sama dokternya dan benar-benar menjaga istirahat. Jangan lupa diskusi detail dengan dokter kandungan ibu ya, biar dia bisa assess kondisi serviks ibu dan tentukan apakah ikat mulut rahim benar-benar diperlukan atau ada pilihan lain. Semoga lancar, ya!