IUFD...
Adakan bunda yang pernahengalamai IUFD di sini....?

Halo bun, akhirnya nemu postingan ttg iufd walaupun 4thn lalu.. aku sedang merasakannya sekarang. Aku butuh tempat untuk sharing jg. Izin aku share disini ya Hpl ku 5 feb 2026, ini kehamilan pertamaku. Kami menikah di bln April 2024. Anaku dinyatakan IUFD tepat di 34w 5d tgl 30 desember 2025. Penutup akhir tahun yg sangat kelam untuk aku dan keluarga. Tgl 29 desember 2025 pagi harinya aku baru saja kontrol USG rutin. Dokter hanya bilang bbj ku masih kurang, baru sekitar 1,4kg dan air ketubannya berkurang. Namun saat itu detak jantung anaku masih berdetak sangat kencang. Tidak ada tanda2 sama sekali bahwa keesokan harinya detak jantung anaku akan berhenti. Hasil lab ku pd tgl 29 des, menunjukan aku ada isk. Lalu aku diberi obat antibiotik 1 kali minum saja. Selesai kontrol aku beraktivitas biasa, makan siang dan pergi membeli stroller untuk anak pertamaku ini. Malam harinya aku tidak bisa tdr karna kepikiran bbj anaku. Feelingku tdk enak. Dini hari jam 2 pagi aku ke toilet, ada flek yg keluar namun sedikit. Tapi aku masih merasakan anaku bergerak menonjol2 di perut. Kami memutuskan untuk pergi ke IGD pagi harinya. Saat di IGD aku masih bisa jalan seperti biasa, saat diperiksa CTG djj anaku tidak dpt ditemukan, hingga akhirnya aku diantar ke ruang dokter untuk USG. Sebelum di usg dokter memegang perutku “ini km lg kontraksi ya, kenceng perutnya”. Dan disaat itu jg aku kaget, saat dokter bilang “detak jantungnya sudah tidak ada pak”. “Ini biasanya ada tanda biru merah jika dilihat, tp ini tidak ada”. Jantungku pun rasanya berhenti. Duniaku seakan berhenti disaat itu jg. Aku tidak menangis. Aku kaget dan tdk percaya djj anaku yg aku dengar baru kemarin sangat kencang, hari ini sudah tidak ada lg. Saat kami kembali ke IGD, tangis kami baru pecah. Kami masih tidak percaya, anak yg diperutku sudah tidak ada detaknya lg. Suamiku memutuskan untuk ambil tindakan SC, krn tidak tega aku harus melahirkan normal ditambah bayiku yg posisinya masih sungsang. Sebelumnya aku sangat takut untuk operasi SC, aku ingin lahiran normal. Tapi saat itu aku tidak takut rasa sakitnya. Yang aku mau hanya aku bisa melahirkan anaku dan ingin melihat wajahnya. Sampai dr anestesi bertanya, apakah mau sy buat tidur setelah tindakan. Tapi saya menolak, agar aku masih bisa melihat anaku dan ingat dia saat aku melahirkannya. Saat operasi dimulai semuanya terasa hening. Aku masih menunggu suara tangisan anaku. Semuanya begitu cepat, tbtb suster membawa anaku disampingku. Dan benar ia tidak menangis lg, tubuhnya kecil tapi sdh sempurna. Aku tidak sampai hati untuk menciumnya, muka ku masih bingung dan tidak percaya melihat anaku tidak bernafas saat aku lahirkan. Dan saat aku ke ruang observasi anaku sdh dibawa ke gereja untuk ibadah tutup peti. Aku tidak sempat melihatnya lg untuk terakhir kali. Untuk semua ibu yg mengalami IUFD dan kebetulan melihat postingan ku ini, aku hanya bisa berpesan kita sudah menjadi ibu yg hebat. Terimakasih sudah berjuang. Walaupun anak kita hanya tinggal sementara di dalam rahim kita, dan tdk sempat kita peluk. Tapi aku percaya anak kita pasti sdh merasakan rasa sayang yg luar biasa dari ibu dan ayahnya. Tetap semangat menjalani hari ya, walaupun rasanya pasti berat. Tidak ada kata2 yg bisa menghibur bagi orangtua yg kehilangan anaknya, saat belum sempat mendengar suara tangisnya atau melihat dia membuka mata. Tapi aku percaya, rencana yg lebih indah akan terjadi dlm hidup kita. Tuhan yg memberi, Tuhan jg yg mengambil titipannya. Kita hanya bisa menjaganya sekuat tenaga kita, sisanya adalah kehendak Tuhan. Selalu ada harapan bagi yg percaya pada Tuhan, semua akan indah pada waktu Nya🤍 peluk hangat untuk semua ibu IUFD. Kalian sdh menjadi ibu hebat.
Đọc thêm